WanJavaID – Iklan di sosial media menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang paling banyak digunakan oleh bisnis saat ini. Melalui platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, bisnis dapat menampilkan iklan kepada audiens yang sangat spesifik berdasarkan usia, minat, lokasi, hingga perilaku online.
Hal inilah yang membuat iklan di sosial media sering dianggap lebih efektif dibandingkan metode pemasaran konvensional. Dengan budget yang relatif fleksibel, bahkan bisnis kecil sekalipun bisa mulai beriklan dan menjangkau ribuan calon pelanggan dalam waktu singkat.
Namun banyak pelaku bisnis masih bertanya, berapa sebenarnya harga iklan di sosial media?
Jawabannya tidak selalu sama. Biaya iklan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti target audiens, tingkat persaingan industri, kualitas konten iklan, serta tujuan campaign yang dipilih.
Secara umum, sistem iklan pada platform milik Meta Platforms maupun platform lain seperti TikTok menggunakan model lelang (auction system). Artinya, biaya iklan bisa berbeda pada setiap bisnis tergantung seberapa kompetitif target audiens yang dipilih.
Untuk memahami kisaran biayanya, kita perlu melihatnya berdasarkan tujuan campaign atau objective iklan.
Kisaran Harga Iklan Berdasarkan Tujuan Campaign
Dalam sistem iklan sosial media, setiap campaign memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan tersebut menentukan bagaimana algoritma menampilkan iklan kepada pengguna.
Semakin kompleks tujuan yang ingin dicapai, biasanya biaya iklan juga akan semakin tinggi. Berikut kisaran biaya iklan berdasarkan objective yang paling umum digunakan.
Biaya Iklan untuk Awareness (Brand Awareness / Reach)
Objective awareness digunakan untuk meningkatkan jangkauan dan memperkenalkan brand kepada audiens baru.
Biasanya campaign ini digunakan oleh:
- brand yang baru diluncurkan
- bisnis yang ingin meningkatkan exposure
- produk baru yang ingin dikenal lebih luas
Pada tahap ini algoritma hanya fokus menampilkan iklan kepada sebanyak mungkin orang yang sesuai dengan target audiens.
Perkiraan biaya awareness campaign:
Budget Harian Perkiraan Jangkauan
Rp20.000 2.000 – 5.000 orang
Rp50.000 5.000 – 12.000 orang
Rp100.000 10.000 – 25.000 orang
Rata-rata biaya yang digunakan adalah sistem CPM (Cost Per Mille) atau biaya per 1000 tayangan. Kisaran CPM di sosial media biasanya berada di sekitar Rp5.000 hingga Rp20.000 per 1000 impresi.
Karena hanya berfokus pada jangkauan, objective awareness termasuk yang paling murah dalam sistem iklan sosial media.
Biaya Iklan untuk Engagement
Setelah brand mulai dikenal, banyak bisnis menjalankan campaign engagement untuk meningkatkan interaksi pada konten.
Interaksi yang dimaksud dapat berupa:
- like
- komentar
- share
- save
- follow
Tujuan engagement biasanya digunakan untuk membangun kepercayaan terhadap brand dan meningkatkan performa algoritma konten.
Estimasi biaya engagement campaign:
Budget Harian Estimasi Interaksi
Rp30.000 50 – 150 interaksi
Rp75.000 150 – 400 interaksi
Rp150.000 400 – 1000 interaksi
Rata-rata biaya per engagement berkisar antara Rp200 hingga Rp800 per interaksi. Konten video biasanya menghasilkan engagement lebih tinggi dibandingkan gambar statis, terutama pada platform seperti TikTok yang memang dirancang untuk distribusi konten video pendek.
Biaya Iklan untuk Traffic Website
Objective berikutnya adalah traffic, yaitu campaign yang bertujuan mengarahkan pengguna ke halaman tertentu seperti website atau landing page.
Biasanya digunakan untuk:
- blog perusahaan
- website toko online
- halaman produk
- landing page promosi
Pada objective ini, algoritma akan mengoptimasi iklan kepada orang yang memiliki kebiasaan sering mengklik link.
Estimasi biaya traffic campaign:
Budget Harian Estimasi Klik
Rp50.000 40 – 120 klik
Rp100.000 80 – 200 klik
Rp300.000 200 – 500 klik
Rata-rata biaya menggunakan sistem CPC (Cost Per Click) dengan kisaran Rp500 hingga Rp2.000 per klik. Biaya ini bisa lebih murah atau lebih mahal tergantung kualitas iklan dan relevansi halaman tujuan.
Biaya Iklan untuk Leads
Campaign leads digunakan untuk mendapatkan data calon pelanggan seperti nomor telepon atau email.
Jenis campaign ini banyak digunakan oleh bisnis berbasis jasa seperti:
- kursus dan pelatihan
- properti
- jasa konsultasi
- layanan pendidikan
Dengan objective leads, pengiklan dapat mengumpulkan database calon pelanggan yang nantinya bisa dihubungi melalui WhatsApp atau email marketing.
Estimasi biaya leads campaign:
Budget Harian Estimasi Leads
Rp100.000 3 – 10 leads
Rp300.000 10 – 30 leads
Rp500.000 20 – 50 leads
Rata-rata biaya per leads biasanya berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp50.000 per data pelanggan. Biaya ini sangat dipengaruhi oleh kualitas penawaran yang diberikan kepada audiens.
Biaya Iklan untuk Conversion (Penjualan)
Tahap berikutnya dalam funnel marketing adalah conversion, yaitu mendorong audiens melakukan pembelian.
Pada objective ini algoritma akan mencari pengguna yang memiliki kemungkinan tinggi untuk melakukan transaksi.
Karena targetnya adalah penjualan, biaya campaign ini biasanya lebih tinggi dibandingkan awareness atau engagement.
Estimasi biaya conversion campaign:
Budget Harian Estimasi Penjualan
Rp200.000 1 – 5 transaksi
Rp500.000 3 – 10 transaksi
Rp1.000.000 5 – 20 transaksi
Rata-rata biaya per pembelian berkisar antara Rp30.000 hingga Rp150.000 per transaksi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi biaya conversion antara lain:
- harga produk
- kekuatan brand
- kualitas konten iklan
- relevansi target audiens
- kualitas landing page
Jika Tidak Memiliki Website, Bagaimana Menjalankan Conversion? Tidak semua bisnis memiliki website sendiri. Banyak brand terutama UMKM justru menjual produknya melalui marketplace.
Beberapa marketplace yang paling populer di Indonesia antara lain:
- Shopee
- Tokopedia
- Lazada
Jika penjualan terjadi di marketplace, maka pengiklan tidak bisa menggunakan conversion pixel seperti pada website. Untuk mengatasi hal ini, platform iklan milik Meta Platforms menyediakan solusi bernama CPAS.
Apa Itu CPAS dalam Iklan Sosial Media?
CPAS merupakan singkatan dari Collaborative Performance Advertising Solution. CPAS adalah metode iklan yang memungkinkan brand mempromosikan produk marketplace melalui iklan di sosial media.
Dengan sistem ini, iklan tetap muncul di Facebook atau Instagram, namun ketika pengguna mengklik iklan tersebut mereka akan langsung diarahkan ke halaman produk di marketplace.
Artinya, iklan dijalankan di sosial media tetapi transaksi tetap terjadi di marketplace.
Bagaimana Cara Kerja CPAS?
CPAS biasanya melibatkan tiga pihak utama:
- Brand atau pemilik produk
- Marketplace
- Platform iklan sosial media
Alurnya biasanya seperti berikut:
- Brand menjual produk di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia.
- Marketplace kemudian menghubungkan katalog produk dengan sistem iklan milik Meta Platforms.
- Setelah itu brand dapat menjalankan iklan produk di Instagram atau Facebook.
- Ketika pengguna mengklik iklan tersebut, mereka langsung diarahkan ke halaman produk di marketplace untuk melakukan pembelian.
Dengan cara ini, brand tetap bisa memanfaatkan traffic dari sosial media tanpa harus memiliki website sendiri.
Kisaran Biaya Iklan CPAS
Karena CPAS berfokus pada penjualan, kisaran biayanya biasanya mirip dengan conversion ads.
Estimasi biaya CPAS:
Budget Harian Estimasi Penjualan
Rp200.000 2 – 6 transaksi
Rp500.000 5 – 15 transaksi
Rp1.000.000 10 – 30 transaksi
Rata-rata biaya per pembelian biasanya berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp120.000 per transaksi. Dalam beberapa kasus, CPAS bahkan bisa lebih efisien karena marketplace sudah memiliki tingkat kepercayaan tinggi di mata pembeli.
Harga iklan di sosial media sangat bergantung pada tujuan campaign yang dipilih. Secara umum, semakin dekat tujuan campaign dengan transaksi, semakin besar pula biaya yang perlu disiapkan.
Objective awareness biasanya memiliki biaya paling murah karena hanya berfokus pada jangkauan. Sementara itu campaign engagement, traffic, dan leads memiliki biaya yang lebih tinggi karena membutuhkan interaksi dari pengguna.
Campaign conversion memiliki biaya paling besar karena algoritma harus menemukan audiens yang benar-benar memiliki potensi untuk membeli.
Bagi bisnis yang menjual produk melalui marketplace, strategi CPAS dapat menjadi solusi untuk menjalankan iklan conversion tanpa harus memiliki website sendiri.
Dengan memahami struktur biaya ini, bisnis dapat merencanakan budget iklan yang lebih efektif sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai.
Jika Anda ingin memahami bagaimana menentukan target audiens yang tepat dan membuat konten iklan yang mampu meningkatkan performa campaign, Anda juga bisa membaca artikel “Cara Buat Iklan di Facebook yang Lebih Efektif: Strategi Menentukan Audiens dan Konten Iklan.”